Make your own free website on Tripod.com

DIBUANG KOK SAYANG

DIKUTIP DARI ALBUM PUISI PRIBADI

(KARYA MASA-MASA KULIAH S-1)

 

 

 

 

MAWAR BERSERAKAN

 

Sayang sekali jika mawar yang indah berserakan di taman

Padahal kan menawan diletakkan pada jambangan

Jadi penghias ruang penyejuk hati

Indah sedap dipandang mata

Melenyapkan resah di hati

 

Kukutip mawar berserakan

Kurangkai setangkai demi setangkai

Kuhimpun dalam sebuah jambagan

Ternyata mawar yang tadi kusam dan layu

Kini mekar berseri

Emancarkan semerbak aroma

Menebarkan kesan indah

Di mata setiap orang

 

Kini mawar tak lagi kelam

Kini mawar jadi idaman

Banyak orang datang ingin memilikimu

Banyak hati ingin meraihmu

Tapi jangan kau menjadi sombong

Sebab kau akan layu

Dan tak akan lagi berarti

 

Medan, 13-03-1997

 

 

 

INDAHNYA HIDUP

 

Ingin ku nikmati indahnya hidup

Namun selalu ada yang mengusik semua ini

Menjadikan hari tak seindah angan-angan

 

Kucoba merayu waktu

Tepiskan semua kegalauan

Injak segala tantangan dan godaan

Untuk akhirnya ku dapat

Secercah kebahagiaan

 

Medan, 20-03-1997

 

  

TERIMA KASIH YANG PERTAMA

 

Kalau aku boleh berkata

Rasa sesal jadi prahara

Ketika ini tanpa ada segurat cahaya

Yang ada hanya sisa

Dari puing-puing peradaban nuansamu

Berserakan pada sebuah dataran hatiku

 

Tapi aku tak pantas berkata jangan

Pada satu kemauan dan hasrat

Bukan sebuah ego

Namun satu pikiran yang jernih

Menghantar pada sebuah kepastian

Yang kini telah jadi bukti

Tapi entah apakah abadi

Atau hanya sebuah sensasi

Yang membawakan diri pada jenjang keutuhan pribadi

Meninggalkan berkas-berkas tak bermakna

 

Selamat tinggal yang pertama

Terima kasih kuucapkan

Atas segala keindahan

Yang pernah kau ukir di hatiku

 

Medan, 23-04-1997

 

 

 

TENTANG MEREKA

 

Dalam sisi batinku

Ku bicara tentang mereka yang telah lupa keberadaannya

Atau sadar tetapi sengaja dilupakan biar ada sensasi

Selalu terdengar rentetan suara berulang-ulang tak ada perubahan

Dan sangat menjijikkan

Salahnya ku tak mampu bicara karena memang aku tak bisa

Kalau ku bisa kan kuhancurkan sensasi mereka

Agar kembali ke saat dulu yang manis dan ceria

 

Medan, 28-04-1997

 

  

WAJAH NEGERIKU

 

Padamu negeriku

Zamrud khatulistiwa terbentang luas

Hutan bentengi kehidupan

Hijau kemijau penyejuk mata

Berbaris gunung melingkari desa

Di sana ku lahir dan besar bersahaja

Ah…siapa tak iri pada tanahku

 

Tapi benarkah semua indah tak terperi

Kurasa tidak…

Manusia-manusia rakus datang

Dan menodai keindahan tanah ini

Sebagai anjing-anjing feodal sisa kolonial

Menghisap darah bangsa sendiri

Seperti drakula dari Transylvania

Darah bangsaku hampir kering terhisap

Oleh nafsu serakah orang yang mengaku anak bangsa

 

Sampai Kapan…kapan bangsa ini menjadi bangsaku

Kalau saja bangsat-bangsat itu tak pergi

Atau mungkin tetap bertahan di atas bangaki saudara sendiri

 

Medan, 06-05-1997

 

 

 

 

PUISI-PUISI BERIKUT INI AKAN TERUS DI-UPLOAD (capek juga ngetiknya)

1.                Melalui Waktu

2.                Kala

3.                Datanglah sang Suka

4.                Adakah Maaf

5.                Seperti Tong Kosong

6.                Mengapa Terlambat

7.                Kamu Tahu

8.                Sepi

9.                Di Balik Perjalanan

10.           Senandung Anak Kost

11.           Cinta

12.           Misteri Diri

13.           Anugerah-Mu

14.           Siapa Kau

15.           Andai Waktu Dapat Bicara

16.           Aku Lalai

17.           Apa Cintaku

18.           Adakah Kau Miliki

19.           Kucari

20.           Tak Perlu

21.           Dunia

22.           Maafkanlah Aku

23.           Ku Merindukan-Mu

24.           Buang Keraguan

25.           Kamu

26.           Mereka Lupa

27.           Nenek Ku

28.           Desa Ku

29.           Persahabatan

30.           Walau Jauh

31.           Buah Hatinya

32.           Ketika Hari Turun Senja

33.           Siapa Dirimu Sebenarnya

34.           Haruskah Ku Pergi dan Berlari

35.           Lelaki

36.           Semuanya Butuh

37.           Pada Siapa Ku Serahkan Cinta

38.           Sama Saja

39.           Selamat Jalan Pahlawan

40.           Walau

41.           Inikah Keadilan

42.           Darah Korbankan

43.           Salah Mengerti

44.           23 Tahun Lalu

45.           Begitu Rela Kasihmu

46.           Kau Tuhan Ku

47.           Beri Aku Ya Ilahi

48.           Ingkari

49.           Mungkin Kau

50.           Sudahlah

51.           Punya Tak Punya

52.           Akulah Yang Salah

53.           Bagaimana Lagi Ku Mengatakan

54.           Kau yang Kini

55.           Merajut Benang Hati

56.           KrisisCintaMoneter